Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bagaimana Thomas Alva Edison Menemukan Bola Lampu Pijar


Hallo Sobat RT! Kita semua pasti sudah tidak asing dengan bola lampu pijar yang menjadi sumber cahaya di rumah kita. Namun, tahukah kamu bahwa bola lampu pijar ini ditemukan oleh seorang penemu hebat bernama Thomas Alva Edison? Yuk, kita simak kisah menarik tentang bagaimana Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar ini.

Thomas Alva Edison lahir pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Sejak kecil, Edison sudah menunjukkan bakatnya sebagai seorang penemu. Pada usia 12 tahun, ia sudah berhasil membuat alat telegraf sederhana yang bisa digunakan untuk mengirim pesan.

Perjalanan Thomas Alva Edison dalam Menemukan Bola Lampu Pijar

Pada tahun 1879, Thomas Alva Edison mulai memfokuskan perhatiannya pada penemuan bola lampu pijar. Saat itu, bola lampu pijar yang ada masih menggunakan filamen karbon yang cepat putus dan tidak tahan lama. Edison pun memutuskan untuk mencari bahan yang lebih tahan lama untuk filamen bola lampu pijar.

1. Eksperimen Thomas Alva Edison dalam Mencari Bahan Filamen

Edison melakukan berbagai eksperimen untuk mencari bahan filamen yang lebih tahan lama. Ia mencoba menggunakan berbagai jenis bahan, seperti bambu, serat kapas, dan serat sutra. Namun, semua bahan tersebut tidak berhasil memenuhi kriteria yang diinginkan oleh Edison.

Akhirnya, pada tahun 1880, Edison menemukan bahan filamen yang tepat yaitu carbonized cotton thread atau benang kapas yang sudah diubah menjadi karbon. Bahan filamen ini lebih tahan lama dan bisa digunakan untuk membuat bola lampu pijar yang lebih awet.

2. Eksperimen Thomas Alva Edison dalam Mencari Gas Pengisi Lampu

Setelah berhasil menemukan bahan filamen yang tepat, Edison kemudian mencoba mencari gas pengisi lampu yang baik. Ia mencoba berbagai jenis gas, seperti udara, nitrogen, dan hidrogen. Namun, gas-gas tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Akhirnya, Edison memutuskan untuk mencoba menggunakan gas argon sebagai pengisi lampu. Hasilnya sangat memuaskan, karena gas argon bisa membuat filamen bola lampu pijar lebih tahan lama dan tidak cepat putus.

3. Rintangan yang Dihadapi oleh Thomas Alva Edison dalam Menemukan Bola Lampu Pijar

Proses penemuan bola lampu pijar ini tidaklah mudah. Edison harus menghadapi berbagai rintangan dan tantangan dalam perjalanannya. Salah satu rintangan terbesar yang dihadapinya adalah kegagalan dalam mencari bahan filamen yang tepat. Ia sudah mencoba berbagai jenis bahan, namun tidak satupun yang berhasil memenuhi kriteria yang diinginkannya.

Selain itu, Edison juga harus menghadapi kritik dan tuntutan yang tinggi dari masyarakat. Banyak orang yang tidak percaya bahwa bola lampu pijar yang ia temukan bisa berfungsi dengan baik. Namun, Edison tidak menyerah dan terus mencoba hingga berhasil menemukan bola lampu pijar yang tepat.

Keunggulan Bola Lampu Pijar

Sekarang, kita sudah tahu bagaimana Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar. Namun, apa saja keunggulan dari bola lampu pijar ini? Yuk, kita simak!

1. Efisiensi Energi yang Tinggi

Bola lampu pijar memiliki efisiensi energi yang tinggi, artinya bola lampu ini bisa menghasilkan cahaya yang terang dengan mengkonsumsi sedikit energi listrik. Hal ini membuat bola lampu pijar menjadi pilihan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

2. Daya Tahan yang Tinggi

Dibandingkan dengan jenis lampu lainnya, bola lampu pijar memiliki daya tahan yang lebih tinggi. Bola lampu pijar bisa bertahan hingga 1000 jam penggunaan, sehingga tidak perlu sering-sering mengganti lampu.

3. Kualitas Cahaya yang Baik

Bola lampu pijar juga memiliki kualitas cahaya yang baik. Cahaya yang dihasilkan oleh bola lampu ini lebih lembut dan tidak terlalu tajam, sehingga tidak akan membuat mata cepat lelah.

Kesimpulan

Bagaimana, menarik bukan kisah tentang bagaimana Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar? Proses penemuan bola lampu pijar ini memang tidak mudah, namun berkat ketekunan dan kegigihan Edison, kita sekarang bisa menikmati cahaya yang terang di rumah kita.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan bola lampu pijar yang hemat energi dan ramah lingkungan ya, Sobat RT. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.