Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Penduduk Cenderung Terpusat Di Daerah Dataran Rendah


Hallo Sobat RT! Siapa yang tidak pernah mendengar pepatah "tinggi-tinggi gunung, rendah-rendah laut"? Ternyata, hal tersebut juga berlaku dalam pemukiman penduduk di Indonesia. Mengapa penduduk cenderung terpusat di daerah dataran rendah? Mari kita cari tahu!

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki beragam jenis topografi, mulai dari pegunungan, dataran tinggi, hingga daerah dataran rendah. Namun, meski memiliki beragam jenis topografi, penduduk Indonesia cenderung lebih memilih untuk bermukim di daerah dataran rendah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, yuk kita bahas lebih lanjut!

1. Aksesibilitas

Salah satu alasan utama mengapa penduduk cenderung bermukim di daerah dataran rendah adalah aksesibilitas yang lebih mudah. Daerah dataran rendah biasanya lebih mudah diakses, baik itu melalui jalan raya, sungai, atau bahkan laut. Hal ini membuat transportasi dan distribusi barang menjadi lebih mudah dan murah, sehingga mengurangi biaya hidup penduduk.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung lebih sulit diakses karena medan yang terjal dan terbatasnya infrastruktur transportasi. Hal ini menyebabkan biaya hidup menjadi lebih mahal, terutama dalam hal transportasi dan distribusi barang. Oleh karena itu, daerah dataran rendah lebih diminati sebagai tempat tinggal.

2. Pertanian dan Perikanan

Daerah dataran rendah memiliki tanah yang subur sehingga cocok untuk pertanian dan perikanan. Hal ini membuat daerah dataran rendah menjadi pusat produksi pangan, seperti padi, sayuran, buah-buahan, dan ikan. Selain itu, daerah dataran rendah juga memiliki akses yang mudah ke laut, sehingga aktivitas perikanan menjadi lebih mudah dilakukan.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki tanah yang lebih tidak subur dan sulit untuk ditanami. Hal ini membuat kegiatan pertanian menjadi lebih sulit dan kurang produktif. Oleh karena itu, daerah dataran rendah lebih diminati sebagai tempat untuk bercocok tanam dan berburu ikan.

3. Iklim

Indonesia memiliki iklim tropis dengan suhu yang relatif tinggi sepanjang tahun. Daerah dataran rendah memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini membuat penduduk cenderung lebih nyaman tinggal di daerah dataran rendah karena suhu yang lebih hangat.

Di sisi lain, daerah pegunungan atau dataran tinggi memiliki suhu yang lebih dingin, terutama di malam hari. Hal ini tentu saja tidak cocok bagi penduduk yang tidak terbiasa dengan suhu yang dingin dan membuat daerah dataran rendah menjadi lebih diminati.

4. Infrastruktur

Daerah dataran rendah biasanya memiliki infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini membuat penduduk merasa lebih nyaman dan aman tinggal di daerah dataran rendah. Infrastruktur yang baik, seperti jalan raya, listrik, dan air bersih, membuat kegiatan sehari-hari menjadi lebih mudah dan lancar.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki infrastruktur yang kurang baik karena medan yang sulit dan terbatasnya aksesibilitas. Hal ini membuat penduduk kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, seperti berbelanja kebutuhan pokok atau mengakses layanan kesehatan.

5. Pekerjaan

Daerah dataran rendah biasanya memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat perdagangan dan industri di daerah dataran rendah yang menawarkan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki lapangan pekerjaan yang lebih terbatas, terutama dalam hal perdagangan dan industri. Oleh karena itu, penduduk cenderung bermukim di daerah dataran rendah untuk mencari pekerjaan yang lebih banyak dan variatif.

6. Kesehatan

Daerah dataran rendah biasanya memiliki akses yang lebih baik ke layanan kesehatan dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat kesehatan yang lebih mudah diakses dan lebih lengkap di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki akses yang lebih sulit ke layanan kesehatan, terutama dalam hal transportasi. Hal ini membuat penduduk kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang memadai.

7. Perkembangan Kota

Perkembangan kota juga menjadi faktor penting dalam pemilihan tempat tinggal penduduk. Daerah dataran rendah biasanya memiliki perkembangan kota yang lebih pesat dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat perdagangan dan industri yang menarik banyak orang untuk bermukim di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki perkembangan kota yang lebih lambat, terutama dalam hal perdagangan dan industri. Hal ini membuat daerah dataran rendah lebih diminati sebagai tempat tinggal.

8. Keamanan

Keamanan juga menjadi salah satu faktor penting dalam memilih tempat tinggal. Daerah dataran rendah biasanya lebih aman dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat keamanan yang lebih mudah diakses dan lebih lengkap di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung kurang aman, terutama dalam hal kejahatan dan bencana alam. Hal ini membuat penduduk cenderung bermukim di daerah dataran rendah yang lebih aman.

9. Kebersihan

Kebersihan juga menjadi faktor penting dalam memilih tempat tinggal. Daerah dataran rendah biasanya lebih bersih dan terawat dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat kebersihan yang lebih mudah diakses dan lebih lengkap di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung kurang bersih dan terawat, terutama dalam hal pengelolaan sampah. Hal ini membuat penduduk cenderung bermukim di daerah dataran rendah yang lebih bersih dan terawat.

10. Kehidupan Sosial

Daerah dataran rendah biasanya memiliki kehidupan sosial yang lebih ramai dan aktif dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya pusat-pusat perdagangan, industri, dan hiburan yang menarik banyak orang untuk berkumpul di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki kehidupan sosial yang lebih sepi dan kurang aktif. Hal ini membuat daerah dataran rendah lebih diminati sebagai tempat untuk berkumpul dan berinteraksi dengan orang lain.

11. Keterikatan Budaya

Daerah dataran rendah biasanya memiliki budaya yang lebih beragam dan terbuka dibandingkan dengan daerah pegunungan atau dataran tinggi. Hal ini terkait dengan adanya interaksi antarbudaya yang lebih banyak di daerah dataran rendah.

Sebaliknya, daerah pegunungan atau dataran tinggi cenderung memiliki budaya