Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Kalimat Sumbang Dan Cara Menemukannya


Hallo Sobat RT! Apa kabar? Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian kalimat sumbang dan cara menemukannya. Kalimat sumbang mungkin terdengar asing di telinga kita, namun sebenarnya seringkali kita menggunakan kalimat sumbang tanpa sadar. Nah, agar tidak salah lagi dalam menggunakan kalimat sumbang, yuk simak penjelasannya!

Kalimat sumbang adalah kalimat yang tidak memiliki keterkaitan dengan kalimat sebelumnya atau sesudahnya. Kalimat sumbang seringkali membuat pembaca atau pendengar bingung dalam memahami pesan yang ingin disampaikan. Contohnya, "Saya suka makan ayam, tapi tidak suka sayuran." Kalimat ini terkesan tidak logis, sebab kata "tapi" menunjukkan adanya keterkaitan antara dua kalimat yang berbeda. Padahal, sebelum kalimat tersebut tidak ada kalimat yang berkaitan dengan ayam atau sayuran.

Cara Menemukan Kalimat Sumbang

Perhatikan Keterkaitan Antara Kalimat

Cara pertama untuk menemukan kalimat sumbang adalah dengan memperhatikan keterkaitan antara kalimat. Jika terdapat kalimat yang tidak memiliki keterkaitan dengan kalimat sebelum atau sesudahnya, maka kemungkinan besar kalimat tersebut adalah kalimat sumbang.

Perhatikan Konjungsi atau Kata Penghubung

Kalimat sumbang seringkali disertai dengan penggunaan konjungsi atau kata penghubung yang tidak tepat. Contohnya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan kata "tapi" dalam kalimat "Saya suka makan ayam, tapi tidak suka sayuran" sebenarnya tidak tepat, sebab tidak ada keterkaitan antara kalimat sebelum atau sesudahnya.

Perhatikan Tujuan dari Kalimat

Sebelum mengucapkan atau menuliskan kalimat, perhatikan terlebih dahulu tujuan dari kalimat tersebut. Apakah kalimat tersebut memiliki keterkaitan dengan kalimat sebelum atau sesudahnya? Apakah kalimat tersebut memiliki tujuan yang jelas? Jika tidak, maka kemungkinan besar kalimat tersebut adalah kalimat sumbang.

Cara Menghindari Penggunaan Kalimat Sumbang

Perhatikan Keterkaitan Antara Kalimat

Untuk menghindari penggunaan kalimat sumbang, perhatikan terlebih dahulu keterkaitan antara kalimat sebelum atau sesudahnya. Pastikan bahwa kalimat-kalimat tersebut memiliki keterkaitan yang jelas dan logis.

Perhatikan Penggunaan Konjungsi atau Kata Penghubung

Gunakan konjungsi atau kata penghubung yang tepat dan sesuai dengan keterkaitan antara kalimat sebelum atau sesudahnya. Contohnya, jika ingin menyampaikan pernyataan yang bertolak belakang dengan kalimat sebelumnya, gunakanlah kata penghubung yang tepat seperti "meskipun" atau "walaupun" agar terdapat keterkaitan antara kedua kalimat tersebut.

Perhatikan Tujuan dari Kalimat

Pastikan bahwa setiap kalimat yang dituliskan atau diucapkan memiliki tujuan yang jelas dan terkait dengan kalimat sebelum atau sesudahnya. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Contoh Kalimat Sumbang dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh 1

"Saya ingin membeli sepatu baru, tetapi dompet saya kosong."

Kalimat ini adalah contoh dari kalimat sumbang, sebab tidak ada keterkaitan antara keinginan untuk membeli sepatu baru dengan keadaan dompet yang kosong.

Contoh 2

"Saya ingin makan nasi goreng, tetapi tidak ada bahan di dapur."

Kalimat ini juga termasuk dalam kategori kalimat sumbang, sebab tidak ada keterkaitan antara keinginan untuk makan nasi goreng dengan keadaan tidak ada bahan di dapur.

Contoh 3

"Saya ingin belajar bahasa Jepang, sehingga suatu saat nanti bisa mengunjungi Jepang."

Kalimat ini bukan termasuk dalam kategori kalimat sumbang, sebab terdapat keterkaitan antara keinginan untuk belajar bahasa Jepang dengan tujuan untuk mengunjungi Jepang suatu saat nanti.

Kesimpulan

Kalimat sumbang adalah kalimat yang tidak memiliki keterkaitan dengan kalimat sebelum atau sesudahnya. Untuk menghindari penggunaan kalimat sumbang, perhatikan terlebih dahulu keterkaitan antara kalimat sebelum atau sesudahnya, penggunaan konjungsi atau kata penghubung yang tepat, serta tujuan dari kalimat tersebut. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya.